by

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,09 Persen, Tertinggi Kedua se-Indonesia di Triwulan II 2025

-daerah, umum-1476 Views

Bandar Lampung – Perekonomian Provinsi Lampung mencatatkan performa cemerlang pada triwulan kedua tahun 2025. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,09 persen, menandai laju positif yang konsisten sejak awal tahun.

Ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19, Lampung mencatatkan pertumbuhan dua kuartal berturut-turut di atas lima persen, setelah sebelumnya pada triwulan pertama tumbuh 5,47 persen.

Empat sektor utama menjadi tulang punggung pemulihan dan pertumbuhan, yaitu:

  • Industri pengolahan
  • Perdagangan
  • Konstruksi
  • Transportasi

Meningkatnya aktivitas produksi, distribusi, dan mobilitas masyarakat menjadi faktor utama penggerak roda ekonomi selama April hingga Juni 2025.

Dari sisi pengeluaran, lonjakan ekspor barang dan jasa memberikan kontribusi besar. Komoditas andalan seperti sawit dan kopi berhasil mencatatkan kenaikan baik dari sisi volume maupun nilai, menandakan kuatnya daya saing produk Lampung di pasar global, meskipun dunia masih berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi.

Selain ekspor, konsumsi rumah tangga juga meningkat signifikan, didorong oleh adanya beberapa momen libur nasional dan cuti bersama pada kuartal kedua, yang memperkuat belanja masyarakat.

Namun, yang paling mencolok adalah capaian pertumbuhan ekonomi kuartalan. Dari triwulan I ke triwulan II, ekonomi Lampung tumbuh 9,33 persen, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Indonesia, hanya kalah dari Papua Tengah (14,15 persen).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menyebutkan bahwa kinerja positif ini melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan semester pertama tahun 2024 yang hanya tumbuh 4,08 persen, kini semester pertama 2025 sudah mencapai 5,27 persen. Ini pertanda kuat bahwa ekonomi Lampung bergerak ke arah yang lebih sehat dan stabil,” ujar Ganjar.

Meski begitu, pemerintah daerah tetap mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan kewaspadaan, mengingat dinamika global dan risiko inflasi yang masih membayangi.(***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *