Bandar Lampung – Pasca dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung meminta peran aktif Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam memperketat pembinaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bandar Lampung, Mulyadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan SPPI agar pelaksanaan program nasional ini berjalan sesuai standar keamanan pangan.
“Dinas pendidikan sudah berkoordinasi dengan SPPI hari ini, meminta dukungan penuh agar program pemerintah ini terlaksana dengan baik. Kami juga berharap kerjasama yang solid supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” jelas Mulyadi, Kamis (4/9/2025).
Ia menegaskan, sementara ini distribusi MBG dari dapur penyedia dihentikan hingga ada hasil pemeriksaan resmi dari BBPOM dan Dinas Kesehatan.
Berdasarkan data Disdikbud, siswa yang diduga keracunan tersebar di empat sekolah, yakni SDN 1 Sukabumi, SDN 2 Campang Raya, SMPN 31 Bandar Lampung, dan SMKN 5 Bandar Lampung.
“Untuk SMK memang kewenangan provinsi, tapi koordinasi tetap kita lakukan,” kata Mulyadi.
Meski sempat membuat panik, kondisi siswa yang terdampak kini berangsur membaik. Kepala SDN 2 Sukabumi, Siti Patmawati, memastikan para siswa sudah mendapatkan penanganan cepat.
“Saat kejadian pada Jumat (29/8), anak-anak langsung ditangani tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah membaik,” ujarnya.(hp)








Comment