by

Mayat Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Pantai Cukupandan, Tanggamus Geger

-daerah-1114 Views

TANGGAMUS – Suasana tenang di kawasan Pantai Cukupandan, Pekon Padang Ratu, Kecamatan Limau, mendadak berubah mencekam. Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa kepala, Selasa (15/7/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Jasad pria malang itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Ia mengenakan kaos lengan panjang warna oranye, jaket merah polos, dan celana pendek kotak-kotak merah. Namun yang membuat bulu kuduk berdiri: bagian kepalanya sudah tidak ada.

Unggahan foto-foto penemuan mayat itu langsung menyebar luas di media sosial. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah ditemukan mayat laki-laki di Pantai Cukupandan,” tulis salah satu narasi warga yang turut membagikan kabar tersebut.

Rohmat, warga setempat yang ikut menyaksikan proses evakuasi, mengaku tak menyangka peristiwa tragis ini akan terjadi di wilayah mereka yang biasanya damai.

“Saya lihat langsung tadi mayatnya dievakuasi polisi. Pakai baju oranye, jaket merah… tapi kepalanya hilang. Serem sekali. Semoga keluarganya cepat tahu,” ucapnya dengan suara gemetar.

Kapolsek Limau Iptu Dedi Yanto membenarkan penemuan tersebut. Pihaknya bersama Tim Inafis Polres Tanggamus langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.

“Kami masih menyelidiki penyebab kematian dan mencari keberadaan kepala korban. Identitasnya pun belum diketahui,” kata Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah kematian korban merupakan kecelakaan tragis atau aksi pembunuhan sadis. Namun polisi tak menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana mengingat kondisi tubuh korban yang sudah tidak utuh.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian seperti korban untuk segera menghubungi Polsek Limau atau Polres Tanggamus.

Sementara itu, warga sekitar berharap identitas korban segera terungkap, dan jika benar korban kejahatan, pelaku bisa segera ditangkap.

“Jangan sampai ini jadi misteri yang dibiarkan. Kami semua di sini waswas,” ujar warga lainnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *