Salah satu temuan awal yang disorot adalah belanja stik gula darah dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. “Itu baru satu item. Masih banyak pos lain yang patut dicermati,” tambah sumber tersebut.
Minimnya jawaban resmi dari pihak Dinas Kesehatan justru menambah kecurigaan publik. Sikap tertutup dinas dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
Tim Puwarepos Way Kanan memastikan akan melakukan investigasi lebih dalam terkait dugaan penggelembungan anggaran ini. Masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum dan lembaga pengawas anggaran segera turun tangan menelusuri kasus tersebut.(Eeng)









Comment